Hidup bukan sekedar hidup

Monday, May 13, 2019

GERPOLEK: Tan Malaka, Resensi Buku

Resensi buku
Judul buku: GERPOLEK
Pengarang: Tan Malaka
Penerbit: Narasi
Cetakan pertama 2018
ISBN 979-168-547-9
Tebal buku: 140 hlm, 14 x 20 cm

Tan Malaka sangat merisaukan makin menciutnya wilayah Republik dengan berdirinya negara boneka bentukan Belanda. Sementara kaum kapitalis, kolonialis, dan imperialis berhasil mengacaukan perekonomian dan keuangan Republik Indonesia. Karena itu Tan Malaka tidak mengenal kompromi dengan kekuatan kolonialisme dan imperialisme. Ia tidak menyetujui perundingan dengan lawan. Ia menganggap berunding adalah sikap mengorbankan kedaulatan dan kemerdekaan rakyat.

Gerpolek merupakan buku yang dikonsep dan ditulis oleh Tan Malaka ketika dirinya meringkuk di penjara Madiun. Buku ini ditulis tanpa dukungan informasi kepustakaan apapun. Ia hanya mengandalkan pengetahuan, ingatan, dan semangat kepemimpinan untuk tetap memikirkan kelangsungan Republik tercinta. 

Kini di zaman modern kata "merdeka" seperti telah tergerus dalam pengertian yang semu. Campur tangan pihak asing dan kepentingan pribadi telah mengalahkan semangat proklamasi. Karena itu tulisan ini masih relevan untuk disimak. Melalui karya besarnya ini, Tan Malaka menyatakan sikapnya tentang politik dan ekonomi yang bebas dan merdeka.

Menurut Tan Malaka Gerpolek adalah senjata Sang Gerilya buat membalas Proklamasi 17 Agustus dan melaksanakan kemerdekaan 100% yang sekarang sudah merosot ke bawah 10%. Sementara Sang Gerilya adalah seorang putra atau putri, seorang pemuda atau pemudi, seorang Murba atau Murbi Indonesia, yang taat dan setia kepada Proklamasi dan kemerdekaan 100% dengan menghancur-leburkan siapa saja yang memusuhi Proklamasi serta kemerdekaan 100%.

Dalam buku ini tiga pokok bahasan menjadi inti dari buku ini yakni perang gerilya, politik, dan ekonomi. Perang Gerilya tertuang dalam bab xi, perang politik-diplomat tertuang dalam bab xii, serta perang ekonomi tertuangg dalam bab xiii.

Kelebihan buku ini memuat strategi dan sikap seorang Tan Malaka yang sangat idealis dalam gerilya, politik dan ekonomi. Sementara kekurangan buku ini ditulis tanpa literature kepustakaan yang cukup mengingat buku ini ditulis seorang Tan Malaka sendiri di dalam Penjara Madiun.
Share:

Berlangganan