Satu hal di dunia ini yang tidak membutuhkan modal, "bahagia". Sedangkan bahagia adalah ketika kamu hidup dengan pikiran tanpa belenggu. Maka hancurkanlah setiap belenggu yang mengekangmu

Saturday, October 7, 2017

Apa itu Inflasi?



Pasti sering mendengar kata inflasi, tetapi tahukah anda apa itu inflasi?

Inflasi adalah kondisi kenaikan harga barang dan jasa yang berlangsung terus menerus. Artinya kenaikan harga ini tidak cukup sekali saja melainkan akan terus naik secara kontinyu. 

Lalu kenaikan harga ini disebabkan oleh apa sih?

Nah untuk penyebab inflasi sendiri ada dua macam, yakni:

1. Demand Pull Inflation

Demand Pull Inflation adalah inflasi yang disebabkan oleh permintaan akan barang dan jasa lebih besar dibandingkan dengan penawaran barang dan jasa atau jumlah barang yang diproduksi tidak cukup untuk memenuhi permintaan. Dengan jumlah permintaan yang tidak diimbangi dengan persediaan barang maka jelas harga barang dan jasa akan mengalami peningkatan.

2. Cosh Push Inflation

Sementara Cosh Push Inflation adalah Inflasi yang disebabkan karena adanya kenaikan biaya produksi yang diakibatkan adanya kenaikan faktor produksi atau input produksi seperti bahan-bahan produksi. Kondisi demikian akan memaksa produsen untuk menaikan harga produk dengan jumlah penawaran tetap atau dengan menaikan harga produk sekaligus mengurangi penawaran. Dengan demikian maka barang dan jasa akan mengalami kenaikan.

Inflasi menjadi momok yang sangat menakutkan dalam sebuah perekonomian negara. Apabila inflasi tidak terkendali maka ekonomi suatu negara akan mengalami krisis dan dapat merambat ke berbagai sektor.

Masih ingat dengan krisis ekonomi 1998 di Indonesia?

Pada saat itu inflasi di Indonesia mencapai 78% karena disebabkan nilai rupiah yang terus melemah hingga mencapai Rp 15.000 per USD. Sehingga orang berusaha menarik uang mereka besar-besaran di bank dan bank sentral mencetak uang banyak sehingga jumlah uang beredar tinggi dan harga pasar menjadi naik tak terkendali.

Maka dari itu agar tidak berubah menjadi bencana maka inflasi perlu dikontrol dan dikendalikan. Dimana inflasi dikontrol dan dikendalikan melalui kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter yang mana menjadi tugas dari Bank Sentral yakni Bank Indonesia.

Lantas apa itu kebijakan Moneter dan kebijakan Fiskal?

Tentunya akan dibahas dalam artikel tersendiri.

Demikian sedikit pembahasan mengenai inflasi. Semoga bermanfaat.

Share:

Tuesday, April 18, 2017

Sejarah Mata Uang di Dunia Yang Harus Kamu Ketahui

Dollar/ pixabay.com


Siapa yang tidak pernah melakukan kontak dengan uang? Dewasa ini tentu uang menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam aktivitas sehari-hari. Untuk mendapatkan barang atau jasa tentu kita membutuhkan uang sebagai alat tukar. 

Lantas bagaimanakah asal muasal dari mata uang yang ada di dunia ini?

Menurut berbagai sumber sebelum menggunakan mata uang untuk transaksi jual beli manusia terlebih dahulu menggunakan barang atau yang lebih dikenal dengan sistem barter atau tukar menukar barang. Karena semakin lama kebutuhan transaksi manusia semakin komplek dan tidak bisa teratasi hanya dengan barter saja, maka munculah ide untuk menggunakan mata uang.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa uang pertama kali digunakan di Cina kurang lebih 2700 tahun sebelum masehi oleh kaisar Huang. Adapula yang menyebutkan bahwa uang digunakan di Assyria, Phunisia, dan Mesir. Pada awalnya uang tersebut berupa uang barang seperti kerang, kulit binatang dan mutiara. Namun uang barang tersebtu masih dinilai kurang efisien. Hingga pada kahirnya munculah uang logam yang pertama kali di gunakan di Yunani sekitar 560-546 sebelum masehi.
Sesuai dengan kebutuhan manusia yang semakin kompleks maka bentuk dan rupa uang terus berkembang hingga seperti uang yang kita gunakan saat ini. 

1. Dollar

Menurut Oxfordword kata dollar berasal dari “joachimsthal” bahasa Flemish utara Belgia atau Jerman Bawah. Kata tersebut merujuk pada bukit Joachim, tempat penambangan perak. Koin tersebut kemudian disebut dengan “joachimsthaler” yang kemudian disingkat menjdai “thaler” kemudian disebut menjadi “dollar”.

2. Rial

Rial berasal dari kata regalis yang berarti “Royal”. Kemudian kata ini digunakan sebagai mata uang Iran dan Oman. Sementara Arab Saudi, Yaman, dan Qatar menggunakan “Riyall” sebagai nama mata uangnya. Spanyol sebelum menggunakan Euro juga menggunakan “Reals”.

3. Dinar

Dinar merupakan mata uang yang digunakan di Yordania, Aljazair, Quwait, dan Serbia. Dinar diambil dari bahasa latin “Denarius”. Denarius merupakan koin perak yang dipakai pada zaman Romawi Kuno.

4. Rupee

Rupee merupakan mata uang yang dipakai oleh India dan Pakistan. Rupee diambil dari bahasa Sanksrit yaitu “rupya”.

5. Rupiah

Mata uang rupiah, mata uang yang digunakan Indonesia ini sama seperti India yakni diambil dari bahasa Sanksrit atau sanksekerta.

6. Pound

Mata uang Inggris ini berasala dari bahasa latin yaitu “Poundus” yang berarti berat. Mesir, Lebanon, Sudan, Sudan selatan, dan Suriah menggunakan mata uang ini.

7. Ringgit

Pada mulanya sejarah Ringgit digunakan di Malaysia yakni pada saat koin dicetak dari logam mulia, pencuri akan memotong bagian kecil untuk dibuat logam kembali. Nah untuk mengatasi masah pencurian ini kemudian Malaysia mencetak mata uang bergerigi. Bergerigi di Malaysia itu disebut bergerigi yang selanjutnya dipakai untuk nama mata uang mereka.

Nah demikian tadi beberapa ulasan mengenai sejarah mata uang di dunia yang ada saat ini.

Share:

Friday, April 14, 2017

Cara Menyusun Rencana Bisnis atau Bisnis Plan Yang Baik

Ilustrasi bisnis plan/ pixabay.com


Sebuah usaha bisnis yang hendak didirikan harus melalui pemikiran dan persiapan yang matang. Hal ini bertujuan agar usaha yang didirikan sesuai dengan target dan tepat sasaran. Banyak usaha baru tidak dapat bertahan lama karena tidak adanya pemikiran yang matang didalam mendirikan usaha tersebut. Pemikiran dan persiapan dalam mendirikan sebuah usaha mencakup 5W+1H yakni 

1. Bergerak di bidang apa usaha yang akan didirikan? Serta produk apa yang dimiliki?
2. Kapan usaha tersebut dikeluarkan?
3. Di mana lokasi usaha tersebut?
4. Mengapa usaha tersebut dipilih?
5. Siapa target konsumen dari usaha tersebut?
6. dan bagaimana pangsa pasar dari usaha yang didirikan?

Poin 5W+1H tersebut berguna untuk menganalisis bagaimana kualitas dari produk dan kekuatan pasar dari produk sebuah usaha. Biasanya poin-poin tersebut merupakan isi dari sebuah bisnis plan atau rencana bisnis yang mana selanjutnya disebut Bisnis Plan. Lantas apa itu Bisnis Plan dan bagaimana kegunaannya?

Bisnis Plan adalah gambaran mengenai sebuah usaha mencakup kualitas produk dan kekuatan pasar dari produk tersebut yang mana berguna bagi owner maupun investor untuk menganalisis apakah sebuah usaha layak didirikan. Lantas bagaimana langkah menyusun sebuah bisnis plan yang baik?


Ringkasan Eksekutif

Ringkasan eksekutif berisi gambaran secara umum sebuah usaha yang hendak didirikan. Ringkasan eksekutif mencakup deskripsi usaha sampai analisis keuangan. 
Pada ringkasan eksekutif ini akan dijelaskan secara singkat mengenai produk, lokasi usaha, usaha apa saja yang sudah di lokasi tersebut, sasaran konsumen, dan perkiraan keuntungan yang akan kita peroleh.

Sebagai contoh: 

Kita ingin mendirikan sebuah rumah makan padang, maka kita dapat menulis ringkasan eksekutif sebagai berikut.

“RENCANA BISNIS/BISNIS PLAN
PERUSAHAAN RUMAH MAKAN “Rancakbana ‘All people can eat’”
RINGKASAN EKSEKUTIF

Perusahaan Rumah Makan “Rancakbana” berencana akan didirikan di Jalan Babarsai no.5 sebelah utara Universitas Atmajaya. Perusahaan ini memiliki struktur organisasi diantaranya owner sebagai pemilik modal sekaligus penanggung jawab perusahaan kemudian dikuti manajer, bagian produksi sekaligus pengadaan barang, dan yang terakhir pemasaran.

Usaha ini menjadi proritas kami karena usaha rumah makan tidak pernah surut justru prospeknya semakin bagus dari tahun ke tahun khususnya di Kota Yogyakarta. Hal ini didukung oleh bertambahnya jumlah pendatang di Kota Yogyakarta baik hanya untuk sementara maupun untuk tinggal dalam waktu yang lama. Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar setiap tahunnya didatangi ribuan pelajar maupun mahasiswa guna mengenyam pendidikan. Hal ini jelas menjadi pasar tersendiri bagi perusahaan rumah makan. Belum lagi Kota Yogyakarta sebagai kota pariwisata dan budaya yang setiap akhir pekan selalu penuh dengan wisatawan. Ditambah akhir-akhir ini Kota Yogyakarta disebut sebagai kota bisnis dengan didirikanya berbagai mall baru dan industri baru ini meyakinkan bahwa guna memenuhi kebutuhan konsumsi maka Perusahaan rumah makan memiliki tempat yang istimewa di Kota Yogyakarta.

Telah banyak tumbuh Rumah Makan di Yogyakarta namun sejauh ini konsep rumah makan tersebut cenderung seragam dengan rumah makan lainnya. Kita sudah sering menjumpai rumah makan dengan konsep lesehan, rumah makan yang pamer tingkat kepedasan, rumah makan di atas pagung, rumah makan tempat nongkrong muda-mudi, hingga rumah makan remang-remang sampai rumah makan dengan konsep romantisme. Tentunya Rumah Makan “Rancakbana” hadir dengan konsep yang berbeda. Rumah makan “Rancakbana” tidak hanya mengusung konsep kawula muda, romantisme, ataupun santai melainkan mengusung konsep “All people can eat” yaitu semua orang bisa makan. Dengan demikian jelas bahwa tidak hanya kawula muda, anak-anak, ataupun orang dewasa melainkan semua orang bisa duduk nyaman  dan menikmati menu yang bervariasi serta harga yang sangat mendukung segala macam dompet. Keistimewaan dari perusahaan ini adalah variasi dari menu kami yang terus berkembang dan tentunya harga yang tetap konstan sehingga sesuai dengan konsep kami “All people can eat”.

Total biaya usaha ini adalah sebesar Rp405.539.092. per bulan dan penerimaan sebesar Rp450.000.000. perbulan. Sumber dana modal dari bisnis ini adalah dana pribadi. Dengan demikian pendapatan per bulannya adalah sebesar Rp44.460.908. Dengan R/C ratio sebesar 1,109634087. menyatakan bahawa bisnis ini layak untuk di wujudkan karena pelaku bisnis akan meraup keuntungan dari bisnis ini (R/C ratio > 1).”

1. Deskripsi perusahaan

Setelah kita menulis ringkasan eksekutif, langkah selanjutnya adalah menulis deskripsi perusahaan. Deskripsi perusahaan ini mencakup data perusahaan, data pengusaha, struktur organisasi dan job description, dan alasan pemilihan bisnis. Berikut contoh penulisan deskripsi perusahaan.
I. DESKRIPSI PERUSAHAAN
A. Data perusahaan
Nama : Perusahaan Rumah Makan “Rancakbana”
Tempat : Jalan Babarsari no. 5
Basis Operasi : Yogyakarta
Bentuk usaha : UMKM

B. Data pengusaha
Nama : Caesar Haidar Rizki Indra Sapta
Tempat, Tanggal Lahir : Yogyakarta, 11 September 1994
Pendidikan : S1 Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan 
  Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
C. Struktur Organisasi & Job Desciptions
1. Owner
- Pemilik modal dan usaha sekaligus pemimpin
- Bertanggung jawab atas berdirinya usaha
- Menerima laporan jalannya usaha dari manager
- Pengambil keputusan tertinggi
2. Manajer
- Bertanggung jawab atas jalannya usaha
- Pemegang keuangan dan administrasi
- Berkoordinasi, mengawasi dan mengarahkan seluruh kegiatan usaha
- Melakukan kerjasama dengan perusahaan lain
- Menciptakan inovasi dan terobosan untuk perkembangan perusahaan
- Melaporkan jalannya usaha kepada owner
- Mencari dana untuk tamabahan modal
3. Koki dan pembantu koki (Bagian produksi)
- Bertanggung jawab atas ketersediaan dan kualitas menu
- Berinovasi dan melakukan riset menu terbaru
- Pengadaan persediaan bahan makanan
4. Bagian pemasaran
- Bertanggung jawab atas peningkatan konsumen
- Melakukan promosi dan iklan
- Melakukan riset sasaran konsumen
- Membuat strategi menarik konsumen
- Membuat laporan kepada manajer

D. Alasan Pemilihan Bisnis
Alasan pemilihan bisnis ini karena berdasarkan fakta dilapangan menunjukan bahwa usaha Rumah Makan tidak pernah surut. Ditambah melihat fenomena konsumen dari tahun ke tahun terus meningkat.
Di era modern ini tentu yang diinginkan adalah kemudahan dan kepraktisan. Dengan kesibukan kuliah, kantor dan berbagai aktivitas lainya tentunya banyak orang yang memilih memenuhi kebutuhan perutnya di warung makan. Apalagi melihat prospek usaha ini dari tahun ketahun yang semakin menjanjikan. 

2. Analisis Pemasaran

Langkah kedua dalam penyusunan bisnis plan adalah analisis pemasaran. Pada analisis pemasaran ini berisi penjelasan bagaimanakah pangsa pasar dari produk dalam sebuah usaha. Poin yang dianalisis meliputi produk, lokasi distribusi, harga, dan promosi. Berikut contoh penulisan analisis pemasaran.

II. ANALISIS PEMASARAN
1. Product (produk)
Produk yang kita buat hampir seperti konsep rumah makan padang dengan berbagai variasi lauk bedanya disini guna mendukung konsep “All people can eat” kita berusaha menyediakan segala macam jenis makanan bahkan bahkan makanan khusus untuk orang yang sakit seperti diabetes, jantung, dan kolestrol kami menyediakan menu makanan untuk mereka. Semua sesuai dengan konsep kita “All people can eat”.

2. Place (lokasi/distribusi)
Untuk sementara kami baru akan mendirikan Rumah Makan ini di satu lokasi yaitu di Jalan Babarsari no. 5. Menurut survey kami lokasi ini sangat strategis karena terletak dapa kawasan kampus, perkantoran dan juga pusa belanja.

3. Price (harga)
Harga yang  kami sediakan pada menu kami disini antara harga Rp 7.000 untuk nasi sayur dan tempe yang gurih sampai harga Rp 30.000 untuk nasi ikan cakalang dan rendang sapi. Dengan demikian maka semua orang dapat menimati menu makanan di perusahaan Rumah makan “Rancakbana”.

4. Promotion (prommosi)
Untuk promosi sendiri melaui bagian pemasaran kami akan menyebarkan pamflet se Kota Yogyakarta, media sosial dan koran dan bekerja sama dengan berbagai instansi dan perusahaan lainnya.”

3. Analisis Operasional

Langkah ketiga adalah analisis operasional. Pada langkah ini dapat dituliskan bagaimana pembuatan produk. Berikut contoh analisis operasional.

III. ANALISIS OPERASIONAL
1. Desain Produk
Produk akan kami produksi dengan variasi seberagam mungkin sehingga konsumen dapat memilih menu sesuai selera mereka. Setiap pengunjung dapat mengambil sendiri menu maka yang diinginkan. Yang mana berbagai maam menu tersebut kami letakan dalam etalase kaca.”

4. Analisis Peluang Pasar dan Pesaing

Langkah ke empat adalah analisis peluang pasar dan pesaing. Pada tahap ini menjelaskan bagaimana kekuatan pasar dari produk seperti peluang pasar. Pada tahap ini tidak lupa menganalisis bagaimana atmosfer persaingan usaha. Berikut contoh penulisannya.

IV. ANALISIS PELUANG PASAR & PESAING
1. Analisis Peluang pasar

Peluang pasar untuk Rumah makan “Rancakbana” ini sangat memiliki prospek cerah, karena sampai hari ini nasi usaha rumh makan terus tumbuh. Variasi menunya yang beragam dan harganya yang tergolong murah untuk sebagian masyarakat, membuat sebagian masyarakat memilih rumah makan sebagai tempat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Tentunya ini memberikan keuntungan yang cukup bagi pelaku usaha, sehingga wajar adanya bila rumah makan selalu laris manis diserbu para konsumen.

Selain itu, restoran-restoran yang juga memberikan pelayanan yang cepat dan tepat bagi konsumennya. Sebagian rumah makan ada yang mempersilahkan konsumennya mengambil sendiri menu makanan yang mereka pilih, dan ada juga rumah makan yang mengggunakan tenaga kerja terampil yang membawakan banyak piring pada pelanggan, jadi konsumen tidak antri selama berjam-jam.

Metode pemasaran rumah makan “Rancakbana”  ini adalah dengan promosi lewat media sosial, karena hampir seluruh lapisan masyarakat saat ini menggunakan media sosial dalam berkomunikasi, jadi ini akan lebih efektif dan efisien. selain itu, strategi pemasaran berikutnya adalah lewat mulut ke mulut, hal ini dinilai ampuh mengingat seseorang jika merasa puas dengan pelayanan, maka dengan otomatis ia akan menyebarkannya pada orang lain.

Target pemasaran dari rumah makan “Rancakbana” ini adalah para mahasiswa yang memang membutuhkan sebuah sajian berkualitas dengan rasa yang khas serta harga yang pas serta semua lapisan masyarakat sesuai dengan konsep “All people can eat”.

2. Tingkat Persaingan

Melihat fakta di lapangan, memang telah banyak rumah makan yang telah berdiri sebelumnya yang bahkan telah memiliki banyak pelanggan tetap. Namun, sebuah usaha perlu didasari rasa optimis untuk bisa menggaet pasar. Tidak menutup kemungkinan karena kami memiliki kelebihan dibandingkan rumah makan yang lain, yakni dari segi pelayanan dan harga. Serta konsep kami yang sangat berbeda “All people can eat”.”

5. Analisis SWOT

Langkah yang ke lima dalam penulisan bisnis plan adalah analisis SWOT. Pada analisis swot ini akan diuraikan mengenai kekuatan suatu produk, kelemahan produk, peluang produk, dan ancaman terhadap produk yakni sesuatu yang dapat menyebabkan penurunan konsumen dari produk. Berikut contoh penulisan Analisis SWOT.
V. Analisis SWOT

1. Strengths (kekuatan)
- Lokasi yang cukup strategis karena berdekatan dengan kantor dan universitas
- Pelayanan yang ramah dan cekatan
- Harga yang bersahabat di kantong pelanggan
- Tersedia menu-menu baru
- Tempat nyaman dan bersih
- Promosi yang intensif lewat media sosial

2. Weakness (kelemahan)
- Sudah terdapat banyak rumah makan Padang
- Sebagian bahan baku sulit didapatkan

3. Opportunities (peluang)
- Perkembangan pasar mungkin akan pesat mengingat kawasan sekitar adalah kawasan ramai
- Belum adanya rumah makan Padang dengan harga termurah dari rumah makan Padang “kembali lagi” sebelumnya
- Juru masaknya adalah seseorang yang telah berpengalaman, jadi rasanya tidak akan berubah dan tentunya pelanggan juga akan setia untuk makan disini

4. Threats (ancaman)
- Perasaan bosan konsumen akan rasa maupun atmosfer tempat
- Banyaknya restoran-restoran lain di lokasi 
- Jika ada rumah makan Padang lain yang lebih murah”

6. Analisis Keuangan

Pada tahap ke enam yakni analisis keuangan maka akan dijabarkan semua perkiraan aktifitas keuangan dari usaha yang hendak didirikan. Pada tahap ini akan dijabarkan pengeluaran dari usaha sampai omset atau keuntungan yang akan didapatkan. Berikut contoh penulisannya.




Pendapatan (laba) per bulan = total revenue - total cost
Rp450.000.000-Rp405.539.092 = Rp44.460.908
R/C RATIO = TOTAL REVENUE : TOTAL COST
Rp 450.000.000 : Rp405.539.092 = 1,109634087
Berdasarkan hasil dari Tabel Analisis Biaya dan penghitungan di atas dapat dilihat bahwa bisnis ini dapat dilakukan karena pelaku bisnis dapat meraup keuntungan dari usaha ini (R/C ratio > 1).

Setelah Bisnis Plan selesai disusun maka kita dapat mengambil keputusan apakah sebuah usaha layak didirikan, diperbaiki supaya lebi sempurna atau malah sama sekali tidak layak dirikan. 
Sedangkan bagi investor Bisnis Plan sangat berguna apakah mereka akan memutuskan untuk menanamkan modalnya atau tidak.

#salamsukses
Share:

Wednesday, April 12, 2017

Langkah Awal Memulai Sebuah Usaha Sampai Sukses

Pengusaha/pixabay.com


Banyak orang yang bermimpi memiliki usaha. Siapa yang tidak ingin, bekerja tanpa bos dengan penghasilan bisa melebihi pegawai pada umumnya. Kenapa bisa demikian? Ya, karena bos itu adalah diri kita sendiri. Kita bekerja untuk diri kita sendiri. Bahkan bisa menciptakan pekerjaan untuk orang lain.

Meskipun terlihat menggiurkan namun menjadi seorang pengusaha harus memiliki keuletan dan tekad yang kuat atau di atas rata-rata. Bagaimana tidak, tidak ada yang menggaji kita. Hasil yang kita dapat ditentukan oleh diri kita sendiri. Tidak ada kepastian gaji yang akan kita dapatkan entah itu dari jumlahnya atau rutinitasnya.

Jika usaha kita tidak laku atau tidak berkembang maka sudah menjadi kepastian bahwa kita tidak akan mendapat pendapatan. Beda halnya jika kita menjadi seorang pegawai. Kita akan mendapat gaji tetap pada waktunya. Oleh karena itu sebelum memutuskan menjadi seorang pengusaha dan memulai usaha perlu dipersiapkan dan dipertimbangkan secara matang.

1. Modal

Modal menjadi salah satu kendala yang dianggap paling utama. Tidak sedikit orang yang berkeinginan memiliki sebuah usaha namun pupus karena kekurangan modal. Alhasil usaha tersebut tidak urung berjalan meskipun ide dan konsep usaha sudah sangat bagus.

Modal sering diidentikan dengan uang. Padahal sejatinya modal tidak hanya berupa uang melainkan dapat berupa tenaga dan pikiran. Selama jasmani kita dapat digunakan atau pikiran kita masih dapat berfikir sejatinya sudah mendapatkan modal untuk memulai sebuah usaha. Dengan modal tersebut kita dapat melakukan hal-hal yang simpel yang dapat menunjang dalam merintis usaha kelak.

Modal tersebut harus kita persiapkan sedini mungkin baik sejak menjadi mahasiswa maupun ketika sudah menjadi pegawai. Ketika menjadi mahasiswa sebaiknya kita sudah bisa menyisihkan uang saku yang diberikan orangtua. Tidak perlu banyak asalkan rutin. Meskipun kecil namun jika diakumulasikan hasilnya lumayan besar.

Secara teori menyisihkan uang saku sangat mudah untuk dilakukan. Namun pada praktiknya seringkali sulit dilakukan. Jumlah pengeluran seringkali lebih besar dari pendapatan. Jangankan untuk menyisihkan kalau demikian untuk memenuhi kebutuhan bulanan saja tidak cukup. Alhasil niat untuk menyisihkan uang saku gagal dilakukan.

Tidak ada rincian pengeluaran atau daftar kebutuhan yang akan kita gunakan menjadi menyebab uang saku kita habis tanpa bekas. Dengan tidak adanya rincian tersebut, maka kita tidak dapat mengatur pengeluaran kita sehingga kita hanya mengetahui uang saku kita habis tanpa bekas. Oleh karena itu pembuatan daftar kebutuhan atau pengeluaran dari uang saku wajib dibuat agar usaha menyisihkan uang saku berhasil.

Demikian halnya bagi seorang pegawai tentu kita dapat menyisihkan sebagian dari gaji kita sehingga suatu saat kita memiliki modal untuk memulai usaha sendiri.

Modal juga dapat diperoleh dari skill dan hobi yang kita miliki. Misal kita mempunyai kemampuan menulis maka kita bisa menulis berbagai artikel dan opini yang kemudian bisa kita posting di media massa maupun blog pribadi yang kemudian kita bisa mendapatkan penghasilan dari iklan yang ditampilkan di blog kita.

Menjalin kerjasama dengan investor bisa menjadi cara yang mudah untuk memulai usaha. Investor di sini bisa dimulai dari keluarga sendiri misal orangtua, kakak, sepupu, paman hingga teman atau orang yang berkenan menjadi investor dari usaha yang akan kita mulai.

Meskipun investor kita berasal dari keluarga sendiri kita tetap harus menjaga kepercayaan dan profesionalitas. Usaha harus kita jalankan dengan baik dan persiapan yang matang. Dengan kepercayaan tersebut tentu investor-investor kita akan senang dan tidak menutup kemungkinan menjalin kerjasama kembali.

Pada intinya meskipun modal merupakan kendala yang seringkali menutup gerbang menjadi pengusaha selama jasmani dan pikiran masih dapat berfungsi dengan baik maka kita bisa melakukan usaha dari hal terkecil sekalipun. Jadi jangan putus asa ketika kita tidak memiliki modal.

Baca juga:
Cara Menyusun Rencana Bisnis atau Bisnis Plan Yang BaikCara Mudah Menulis Secara Teratur dan Berkelanjutan


2. Tentukan jenis usaha

Jenis usaha harus ditentukan dengan matang. Kita harus paham mengenai seluk beluk jenis usaha yang akan kita jalankan. Terutama apabila kita ingin memulai usaha kecil yang akan kita kelola sendiri. Bagaimana bisa mengelola jika kita tidak paham mengenai seluk beluk jenis usaha yang kita pilih.

Maka dari itu di dalam menentukan jenis usaha yang kita jalankan, kita dapat melihat potensi yang kita miliki seperti minat, bakat dan hobi. Jenis usaha yang kita jalankan alangkah baiknya jangan bertentangan dengan minat maupun hobi. Karena ketika usaha yang kita jalankan sesuai dengan minat maupun hobi kita, maka jelas kita akan enjoy menjalankannya. Misal kita memiliki hobi memasak maka kita bisa membuka jenis usaha di bidang kuliner. Kita memiliki hobi menonton film maka dari koleksi film yang kita miliki kita bisa menyewakannya adenga membuka persewaan film.

Selanjutnya jenis usaha yang kita jalankan juga harus sesuai dengan skill yang kita milliki. Dengan bekal skill yang kita miliki tentunya kita tinggal mengembangkanya agar dapat dijadikan usaha serta kita tidak perlu belajar terlau banyak karena bekal skill yang sudah kita miliki. Misal kita memiliki skill design grafis maka kita dapat membuka usaha percetakan atau jasa design logo dan banner atau design digital.

Setelah kita yakin mengetahui skill dan hobi yang kita miliki maka selanjutnya kita dapat membuat business plan. Business plan ini selain berguna untuk menarik minat investor untuk bekerjasama juga berguna untuk menyusun gambaran usaha yang akan kita jalankan secara terstruktur.

Isi dari business plan yang kita susun diantaranya:
a. latar belakang usaha,
b. bentuk usaha apakah individu atau perusahaan.
c. Tempat lokasi usaha
d. Produk
e. Analisis konsumen
f. laporan perkiraan untung rugi yang akan kita dapatkan.

Dengan demikian kita bisa memperkirakan resiko yang akan diperoleh. Keuntungan yang akan kita dapat berapa serta kerugiannya. Melalui business plan ini kita juga dapat menganalisis bagaimana persaingan pasar dari produk yang kita miliki. Dengan demikian maka jelas keputusan yang kita ambil dapat tepat sasaran dan meminimalisir resiko kerugian yang didapat.

3. Mentor sesuai dengan jenis usaha kita

Setelah modal sudah cukup dan business plan sudah sangat matang maka keberadan seorang mentor juga tidak bisa ditinggalkan. Mentor adalah seseorang yang telah sukses terlebih dahulu sebagai pengusaha. Sehingga dapat memberikan bimbingan atau arahan mengenai usaha yang kita jalankan.

Mentor ini dapat berasal dari mana saja. Entah keluarga kita sendiri yang sudah sukses memiliki usaha sukses maupun pengusaha terkenal yang sudah populer. Biasanya kita bisa bertanya kepadanya melalui surel atau jenis komunikasi lainnya seperti seminar dan sejenisnya.

Dengan mentor tersebut kita dapat belajar dari pengelaman mereka selama merintis usaha sampai berhasil. Di era saat ini keberadaan mentor usaha sudah sangat menjamur. Oleh karena itu kita bisa menemukan mentor yang sesuai dengan usaha kita dengan mudah.

4. Sedekah

Tentunya jangan lupa bersedekah. Baik kita sukses maupun belum sukses. Karena adanya sebuah kekuatan dari memberi atau the power of giving. Setiap dari harta kita pasti terdapat hak untuk orang lain. Oleh karena oleh karena itu kita harus menyampaikan amanah dari yang Maha Kuasa tersebut. Ketika kita menjadi orang dermawa dan amanah maka Allah SWT akan selalu mempercayai kita terus akan dititipi harta entah bagaimana carannya. Apakah usaha yang kita jalankan untung besar atau bagaimana. Yang jelas Allah SWT Maha Tahu dan tidak pernah mengingkari janji-Nya.

Dari ke empat hal untuk memulai sebuah usaha yang sudah dipaparkan diatas dan dengan penuh keyakinan maka akan ada waktunya kita menjadi orang yang bebas secara finasial dengan menjadi seoranag pengusaha sukses. Amin.

#Salam Sukses

Share:

Monday, April 3, 2017

Cara Mudah Menulis Secara Teratur dan Berkelanjutan


Ilustrasi menulis/pixabay.com

          Sering kali ketika kita berniat untuk menulis, tulisan kita sering berhenti di tengah jalan. Entah itu tulisan artikel, novel, puisi, cerpen, atau tulisan populer lainnya. Banyak diantara kita yang merasakan semacam kehabisan ide, mood hilang, tulisan tidak teratur, cerita kurang menarik, dan penyakit lainnya yang mengganggu kegiatan menulis.

      Sebenarnya menulis itu pekerjaan yang mudah atau susah? Ketika kita mempunyai ide yang mengalir tentu menulis merupakan pekerjaan yang mudah dan menyenangkan tapi sebaliknya ketika mood kita hilang dan ide untuk menulis macet, maka menulis menjadi pekerjaan yang sangat sulit. Pada akhirnya kegiatan menulis kita menjadi tidak teratur dan berkelanjutan.
Lantas bagaimana mengatasi kendala dalam menulis tersebut?

Pertama kita harus mengubah mindset kita mengenai menulis

    Banyak yang menganggap bahwa menulis harus menghasilkan sebuah tulisan yang sangat menganggumkan dan berkelas. Alhasil kita akan disibukan dengan mencari ide tulisan yang sangat menganggumkan dan berkelas yang mana pada akhirnya banyak ide-ide tulisan yang muncul di kepala, kita abaikan dengan menganggap bahwa tulisan itu kurang menganggumkan dan berkelas. Pada akhirnya menulis menjadi sebuah kegiatan yang sangat sulit akibat mindset yang kita ciptakan sendiri. 

Padahal menulis adalah sebuah pekerjaan yang sangat mudah. Bayangkan menulis adalah sebuah pekerjaan yang tidak terikat oleh orang lain, seperti bos, atasan kita dan sebagainya. Tetapi ingat dalam menulis tetap terikat oleh norma-norma seperti jangan melanggar SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan). Isi tulisan kita tetap harus memeberikan manfaat positif bagi pembaca.  

     Ide-ide untuk menulis akan mudah kita dapatkan ketika kita tidak membelenggung atau membatasi ide-ide yang menganggumkan dan luar biasa. Apapun ide yang positif bisa kita jadikan tulisan. Contoh yang simpel seperti, menceritakan kegiatan positif yang kita lakukan sehari-hari atau memberikan seputar tips yang dapat memberikan motivasi atau pembelajaran bagi orang lain. 
Bukankah itu sebuah ide yang bagus bukan? Perkara tulisan kita menganggumkan atau tidak, bukankah pembaca yang menilainya? Tidak mungkin dong dari sekian tulisan kita tidak ada yang menganggumkan? Setidaknya bisa memberikan manfaat.

Mencatat semua ide-ide yang terlintas di kepala

Banyak sekali ide-ide yang terlintas di kepala kita. Entah secara sengaja atau kebetulan pasti ada ide di dalam kepala kita. Saking banyaknya ide tersebut kadang kita hanya mengingat sesaat saja lantas dikemudian hari kita tidak sempat menjadikannya tulisan. Nah guna mengatasi hal tersebut kita harus mencatat setiap ide yang terlintas disebuah catatan. Kita juga bisa membuat semacam buku khusus yang mencatat rencana-rencana tulisan kita ke depan. Dengan demikian kita tidak akan pernah kehabisan ide untuk menulis lagi.

Rajin membaca

Kegiatan membaca tidak bisa dilepaskan dari kegiatan menulis. Tentu tidak ada kegiatan membaca ketika tidak ada tulisan. Nah untuk menulis diperlukan ide atau gagasan untuk menulis. Dari kegiatan membaca kita bisa mendapakan pengetahuan atau referensi baru yang belum pernah kita dapatkan. Jadi ide untuk menulis otomatis akan bermunculan dari buku-buku atau karya tulisan yang kita baca. 

Sebenarnya sumber inspirasi untuk menulis itu bukan hanya membaca saja. Bisa jadi dari menonton film, jalan-jalan, dan berinteraksi dengan orang lain juga bisa kita jadikan sumber inspirasi untuk menulis.

Jadikan menulis sebuah kebiasaan

      Agar tulisan kita berkelanjutan kita juga perlu menjadikan menulis adalah kebiasaan atau kegiatan yang tiak bisa kita tinggalkan. Kita bisa melakukannya dengan membuat jadwal menulis sesuai waktu-waktu favorit kita. Misal kita enjoy untuk menulis pada siang hari ketika kita lagi istirahat, nah gunakanlah waktu ini sebagai waktu untuk menulis. Tidak perlu lama-lama karena justru menimbulkan kebosanan bagi diri kita sendiri. Cukup satu sampai satu setengah jam. Satu paragraf sampai satu halaman, asalkan rutin di lakukan setiap hari kita sudah bisa memiliki segudang tulisan bukan? 

Lantas masih menganggap menulis sangat sulit? Mari menulis.

Share:

Sunday, April 2, 2017

Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf Pengarang: Mohammad Daud Ali, Resensi buku

Resensi buku
Judul buku: Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf
Pengarang: Mohammad Daud Ali
Penerbit: Universitas Indonesia (UI-Press)
ISBN 979-456-011-1
Oleh Sapta Hamdallah Putra
NIM: 14810080
Prodi Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta


               Jika dilihat dari tujuan ekonomi, ekonomi islam barang kali tidak ada bedanya dengan sistem ekonomi lain yang ada, yakni sama bertujuan untuk mendapatkan kepuasan dari kegiatan ekonomi. Melalui buku dengan judul “Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf” H. Mohammad Daud Ali sebagai Guru Besar Hukum Islam dan Lembaga-lembaga Islam, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Jakarta, kelahiran Aceh Tengah 4 April 1930 menjelaskan ekonomi islam sebagai pembeda dengan sistem ekonomi yang ada yang mana sistem ekonomi islam sebagai solusi permasalahan-permasalahan ekonomi setelah sistem ekonomi yang ada di dunia tidak mampu mengatasinya.

         Ali menilai bahwa permasalahan-permasalahan ekonomi dewasa ini merupakan bukti kegagalan sistem ekonomi kapitalis maupun sistem ekonomi sosialis dan sistem lainnya. Kemudian Ali menjelaskan ekonomi islam sebagai pembeda dengan sistem ekonomi yang ada. Perbedaan tersebut terletak pada konsep kepemilikan suatu harta. Ketika ekonomi kapitalis menempatkan individu sebagai pemilik harta dan sosialis menempatkan sosial atau masyarakat sebagai pemilik maka ekonomi islam menjelaskan bahwa didalam islam kepemilikan atas harta benda dan seluruh yang ada di alam semesta ini merupakan milik Sang Pencipta yakni Allah SWT. Konsep tersebut sebagaimana yang dijelaskan di dalam Al-Quran maupun Hadist sebagai sumber hukum utama ajaran islam. Dalam ajaran islam Allah SWT Tuhan semesta alam mutlak sebagai pemilik segala sesuatu meliputi harta benda yang ada di dunia ini.

            Posisi manusia sebagai ciptaan Allah SWT hanya sebagai pihak dititipi untuk mengelola bumi dan isinya untuk kemaslahatan manusia dan makhluk lainnya, peran manusia sebagai Khalifah. Ketika dewasa ini sistem ekonomi dunia membuat manusia merasa akuh dengan meng-klaim dirinyalah sebagai pemillik mutlak dari harta benda sehingga banyak manusia yang men-eksploitasi alam semesta hanya untuk mengumpulkan harta semata untuk kepentingan dirinya sendiri.

            Ali menjelaskan bahwa dengan konsep tersebut maka di dalam ekonomi islam terdapat hubungan segitiga antara Tuhan, manusia, dan alam semesta di mana Tuhan berada di posisi puncak segitiga sementara di dalam kapitalis harta berada di puncak segitiga tersebut. Dengan demikian jelas bahwa di dalam ekonomi islam bahwa tujuan ekonomi dari manusia bukan hanya untuk pribadinya saja, melainkan di dalam harta setiap manusia terdapat harta orang lain sebagai titipan dari Allah SWT. Konsep berbagi dan tolong menolong terlihat dengan jelas. Dengan tidak adanya konsep kepemilikan yang secara mutlak dimiliki oleh manusia melainkan di miliki oleh Allah SWT maka tidak akan terjadi kesewenang-wenangan atau pemerasan atauu eksploitasi yang berlebihan untuk kepuasan pribadai semata. Sebagaimana terlihat dalam ekonomi kapitalis dimana eksploitasi besar-besaran dilakukan hanya untuk segelintir manusia saja. Dengan demikian jelas bahwa Ali berpendapat bahwa ekonomi islam sebagai solusi atas permasalahan yang ada sementara sistem ekonomi yang lain telah gagal.

            Ali menjelaskan dengan konsep kepemilikan yang secara mutlak di miliki oleh Allah SWT maka di dalam ekonomi islam terdapat aturan untuk berbagai terahadap orang lain. Aturan tersebut terdapat di dalam Al-Quran dan Hadist yang mana diantaranya perintah untuk Shodaqoh, Infaq, Hibah, Qurban, Zakat dan Wakaf. Melalui buku ini Ali menjelaskan Zakat dan Wakaf sebagai alat pemberdayaan umat.

            Buku ini juga menjelaskan bahwa Zakat itu berbeda dengan pajak yang mana selama ini banyak kalangan yang menyandingkan antara Zakat dengan Pajak. Pajak sebagai sumber penerimaan negara tentu sangat berbeda dengan zakat sebagai harta pemberdayaan masyarakat yang dimiliki oleh masyarakat. Zakat dan Wakaf dianggap sebagai alat pemberdayaan masyarakat sehingga harus dikelola dengan baik. Meskipun zakat berbeda dengan pajak tetapi peran negara juga tidak bisa diabaikan dalam pengurusan zakat ini. Sebab tujuan dari sebuah negara juga untuk kemaslahatan rakyatnya, oleh karena itu di dalam buku ini juga dijelaskan bahwa Negara perlu hadir dalam pengelolaan zakat dan wakaf.

            Selanjutnya Ali melalui buku ini menjelaskan pengertian, dalil, fiqh, dan sampai mekanisme mengenai zakat dan wakaf. Buku ini juga menampilkan permasalahan-permasalahan yang menjadi kendala pelaksanaan zakat dan wakaf di Indonesia beserta dengan solusi-solusi yang diharapkan dapat mendorong keberhasilan pelaksanaan zakat dan waqaf di Indonesia.


            Meskipun buku ini penjelasan dan penjabaran mengenai ekonomi islam, zakat dan wakaf mencakup hingga kemekanisme yang dapat dikategorikan sebagai sebuah buku yang cukup lengkap guna mengetahui lebih mendalam ekonomi islam, zakat dan wakaf tetapi penjelasan di buku ini hanya sebatas teoritik dan gambaran singkat saja mengenai perwakafan di Indonesia. Sementara permasalahan-permasalahan di Indonesia semakin beragam dan kompleks. Di dalam buku ini juga dijelaskan dalil-dalil yang cukup banyak berserta dengan keterangan surat Al-Quran dan hadist namun hanya sebatas nama surat dan nomor saja. Alangkah lebih baiknya jika dikutip Lafaz dan terjemahannya guna memudahkan pembaca. Meski demikian buku ini lebih dari cukup untuk mempelajari ekonomi islam, zakat dan wakaf.
Share:

Menelisik Kehidupan Sosial Ekonomi Kaum Menengah Bawah di Kota Budaya Yogyakarta



Panas terik membakar kulit meneteskan keringat. Langkah kami belum usai menyusuri setiap sudut Kota Jogja hingga ke pinggiran. Siang itu 14 Oktober 2017 kami menyusuri Kota Jogja menyapa warga sekitar.

Jogja, kota yang elok akan pesona alam, budaya, serta segudang ilmu tak heran banyak orang yang kepincut akan kota ini. Kota yang asri dan nyaman membuat orang selalu menaruh rindu pada kota ini. Demikian halnya dengan kami yang dipertemukan di kota ini sebagai pencari ilmu. Sungguh tak akan pernah hilang kenangan akan pena dan tinta yang kami ukir di kota ini.

Jalan Malioboro/wikipedia.org


Siang itu Aku, Beben, Inda,Nooreyah, dan Haqi menyapa kota ini lebih dekat. Menerobos tembok-tembok kampus dan menyapa warga lebih dekat. Bertemu dengan bapak Tukiran, ibu Sumingsrih, ibu Kartini, ibu Yogo, bapak Wahono, dan bapak Supardi memberikan sebuah pelajaran yang tak pernah kami dapatkan di dalam kelas, bahwa kehidupan itu keras dan hanya dapat dilalui dengan kerja keras dan senantiasa bersyukur.

Bapak Wahono yang berprofesi sebagai seorang tukang becak di kawasan Keraton dan Malioboro selalu gigih mengayuh sepedanya. Ibu Sumingsrih, Ibu Yogo, dan Ibu Kartini yang seharusnya istirahat di rumah dimasa tuanya masih harus berjualan di pinggir jalan, meski penghasilan tak seberapa tetap di syukuri oleh beliau.

Ibu Sumingsrih merupakan seorang pedagang kaki lima di kawasan alun-alun utara menuturkan bahwa pendapatannya belum mencukupi untuk memenuhi kebeutuhan dasarnya dan terpaksa harus berhutang ke tetangga.

Beliau-beliau ini menjadi bukti bahwa masih banyak rakyat indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan. Sementara data yang dirilis oleh BPS DIY sendiri menunjukan bahwa garis kemiskinan di DIY tahun 2014-2015 sebesar Rp 321.056. Jumlah penduduk miskin sebesar 14,55%. 

Tentunya masih menjadi pekerjaan rumah bagi para pemangku kebijakan dan insan-insan yang mempunyai empati sosial, serta para generasi penerus bangsa ini untuk menjadi pendobrak perubahan guna mencapai kehidupan yang lebih baik melalui pemikiran dan sumbangsih yang brilian. Semoga.

Share:

Optimis Menuju Masyarakat Ekonomi Asean

Bendera negara anggota Asean/wikipedia.org


Akhir 2015 akan ditetapkan atau diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean atau yang lebih dikenal dengan MEA. MEA merupakan pembentukan pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara. MEA sudah dibahas satu dekade lalu dan akhir tahun ini merupakan pemberlakuanya. Pembentukan pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara salah satunya untuk menandingi raksasa ekonomi Tiongkok dan India. Dengan konsep pasar tunggal diharapkan akan mendorong perkonomian di kawasan Asia Tenggara. Dengan dibentuknya pasar tunggal maka akan terjadi kebebasan keluar masuk barang dan jasa serta pekerja profesional antar Negara di kawasan Asia Tenggara. 

Dengan konsep pasar tunggal maka pasar tidak lagi dibatasi dalam lingkup Negara. Melainkan dalam lingkup kawasan Asia Tenggara. Dengan dibentuknya pasar tunggal tersebut dapat dipastikan bahwa barang dan jasa serta pekerja profesional dari Negara-Negara di kawasan Asia Tenggara akan bebas masuk ke Indonesia. Tentunya persaingan yang dihadapi akan semakin ketat. Produk Asing serta pekerja profesional seperti akuntan, dokter, pengacara dari luar negeri akan bebas masuk ke Indonesia. Intinya pembatasan akan produk atau pekerja yang masuk antar negara di kawasan Asia Tenggara yang berlaku selama ini akan dihilangkan.

Selama ini banyak yang pesimis akan kemampuan industri dan pekerja profesional di Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara lain dalam menghadapi MEA. Kepesimisan itu tidak dapat dipungkiri karena beberapa industri dan pekerja dalam negeri kalah bersaing dengan negara lain. Bagaimanapun juga MEA tidak bisa mundur. Industri dan pekerja profesional Indonesia harus siap bersaing. Kekhawatiran semacam itu tidak hanya dialami oleh Indonesia. Namun juga dialami oleh negara anggota ASEAN lainya. Yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan semaksimal mungkin guna menghadapi MEA.

Indonesia harus optimis karena Indonesia memiliki produk yang bermacam-macam yang mana diantara produk-produk tersebut memiliki keunggulan atau mungkin tidak dapat produksi oleh negara lain. Produk-produk yang unggul dan tidak dimiliki oleh negara lain tentunya merupakan keuntungan Indonesia di dalam MEA. Sementara produk-produk yang kalah bersaing harus segera berbenah guna dapat bersing dengan produk asing. Peran pemerintah mengelompokan produk mana saja yang menjadi unggulan Indonesia dan produk mana saja yang tidak dapat bersaing. Produk yang unggul tentunya menjadi senjata bagi Indonesia dalam menghadapi MEA.

Sementara pekerja profesional Indonesia harus mempersiapkan diri untuk dapat bersaing dengan pekerja asing. Kendala utama yang dihadapi oleh pekerja Indonesia adalah bahasa. Untuk dapat bekerja di luar negeri tentunya bahasa adalah modal utama yang harus dimiliki. Oleh karena itu pekerja Indonesia yang tidak menguasai bahasa asing harus segera membekali diri dengan kemampuan bahasa asing. Untuk hal ini Indonesia juga harus optimis karena pendidikan bahasa asing diterapkan dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Di samping itu banyak penduduk Indonesia yang sekolah ke luar negeri tentunya menjadi modal bagi Indonesia dalam mengahadapi MEA. 

Di samping itu banyak manfaat yang didapatkan dari MEA seperti yang disampaikan oleh organisasi perburuhan dunia (ILO) melalui riset terbarunya bahwa MEA akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan jutaan orang di Asia Tenggara. ILO merinci bahwa pada 2015 mendatang permintaan tenaga kerja profesional akan naik 41% atau sekitar 14 juta. Sementara tenaga kerja kelas menegah akan naik 22% atau 38 juta. Sementara tenaga kerja level rendah meningkat 24% atau 12 juta.

Banyak manfaat yang didapatkan dari MEA jika kita mampu memnfaatkannya. Pembukaan lapangan pekerjaan baru tentunya dapat mengurangi pengangguran di Indonesia. Sementara pasar yang semakin luas meliputi Asia Tenggara tentunya merupakan keuntungan untuk memasarkan produk seluas-luasnya. Oleh sebab itu tidak ada alasan untuk tidak optimis. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri dan mengambil peluang menuju Masyarakat Ekonomi Asean. Indonesia akan sukses mengadapi MEA tentunya diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah, pelaku bisnis, pekerja profesional, dan segenap masyarakat Indonesia. 

Share:

Jaringan penyelenggara haji ilegal harus diusut tuntas

Mekah/wikipedia.org


Haji merupakan rukun islam yang ke lima dimana setiap muslim pasti mempunyai keinginan untuk berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia tentu memiliki jumlah jamaah haji yang cukup banyak. Dengan jumlah jamaah haji yang sedemikian banyak tentunya diperlukan regulasi dan manajemen yang ekstra bagus agar tidak terjadi kendala yang tidak diinginkan khususnya bagi jamaah haji. Belum lagi mengenai jumlah jamaah haji Indonesia yang bertambah setiap tahunnya. Tentunya ini membuat pihak penyelenggara dan pemerintah bekerja ekstra agar pemberangkatan haji berjalan lancar.

Tertangkapnya kurang lebih 177 jamaah haji asal Indonesia oleh otoritas imigrasi Filipina menyita perhatian banyak orang. Jamaah haji pun menjadi korban. Tertangkapnya kurang lebih 177 jamaah haji asal Indonesia tersebut lantaran mereka didapati memegang passport Filipina. Usut punya usut mereka bisa sampai di Filiphina lantaran arahan pihak biro travel penyelenggaraan haji. Praktek semacam ini diduga lantaran kuota jamaah haji untuk Indonesia tidak sebanding dengan jumlah jamaah haji yang menyebabkan antrian sampai belasan tahun untuk dapat menunaikan ibadah haji. Sementara di negara tetangga masih banyak kuota haji yang tersisa. Kondisi semacam itu dimanfaatkan oleh biro dan penyelenggara haji nakal. Tawaran untuk bisa berangkat haji dengan cepat tanpa antrian belasan tahun tentu menggiurkan ditambah kebanyakan jamaah haji tidak tahu atau tidak begitu peduli dengan prosedur yang dilakukan. Kalau sudah kejadian seperti ini justru kerugian yang diterima oleh jamaah haji sebagai korban penipuan.

Praktek pemberangkatan haji oleh biro dan travel menggunakan kuota haji negara lain telah sering dilakukan bukan tahun ini saja. Seperti yang dikemukakan oleh ketua MUI bidang kerukunan umat beragama Dr. KH Yusnar Yusuf yang dimuat dalam Republika.co.id yang mengatakan bahwa beliau sudah mendengar praktik semacam itu sejak lama namun kasus tersebut baru diekspos pada tahun 2016. Menurutnya kasus ini mungkin terjadi karena lantaran kuota haji untuk Indonesia terbatas. Yusnar menambahkan di Indonesia naik haji harus menunggu belasan tahun akhirnya dimanfaatkan berbagai oknum untuk melakukan berbagai cara agar bisa naik haji dengan cepat. Sementara Agus Sunyoto, salah seorang pimpinan Nahdlatul Ulama pada Arrahmah.com mengatakan bahwa kasus itu sudah sering terjadi. Menurutnya ada travel-travel biro yang memberangkatkan bukan hanya satu dua melainkan jaringan. Ia juga menuturkan pengalamannya ketika naik haji pada tahun 2001, di perjalanan ia bertemu dengan satu keluarga yang berangkat haji dari Thailand.

Jika pemberangkatan haji semacam ini sudah berlangsung sejak tahun 2001, ini bisa dipastikan bahwa jaringan ini sangat besar dan tentunya juga melibatkan oknum pejabat yang berwenang. Bagaimana mungkin praktek semacam ini bisa berlangsung belasan tahun kalau tidak ada keterlibatan oknum pejabat. Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengungkapkan bahwa pihaknya menduga ada oknum pejabat yang korup yang melancarkan praktik semacam ini. Otoritas filipina sendiri menegaskan akan membawa kasus ini ke jalur pegadilan guna mengungkap sindikat atau jaringan dalam praktik ini. Lalu bagaimana dengan di Indonesia. Jaringan ini tidak mungkin jika hanya melibatkan satu lingkup wilayah saja. Bagaimana mungkin mereka bisa mendatangkan orang-orang indonesia ini untuk datang ke Filipina kalau tanpa ada orang indonesia yang membawanya. Indonesia selayaknya mengikuti langkah Filipina untuk mengungkap jaringan haji ilegal ini agar tidak ada lagi jamaah haji yang menjadi korban.

Tentunya yang paling dirugikan di sini adalah para jamaah haji. Mereka sudah membayar puluhan sampai ratusan juta untuk dapat menunaikan ibadah haji di tanah suci. Namun apa jangankan sampai di tanah suci mereka justru dideportasi kembali ke tanah air bahkan parahnya mereka terancam kehilangan kewarganegaraan Indonesia lantaran mereka telah memiliki passport Filipina. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mereka sudah membayar puluhan juta rupiah, gagal berangkat haji, dan harus kehilangan kewarganegaraan.

Memang benar mereka sudah menyalahi aturan. Namun kenapa mereka sampai menyalahi aturan tersebut lantaran terdapatnya agen atau biro haji ilegal yang beroperasi. Biro dan agen ilegal inilah yang harus diusut dan diadili. Mereka (jamaah haji) adalah korban penipuan sementara biro dan agen haji ilegal adalah pelaku penipuan.

Menurut Kementrian Agama RI biro dan agen haji yang membawa para jamaah haji itu ke filipina adalah biro dan agen haji yang tidak tercatat di Kementrian Agama oleh karena itu mereka adalah biro dan agen haji ilegal. Kementrian Agama RI menyebutkan jumlah biro dan agen haji tersebut berjumlah 8, namun enggan menyebutkan siapa saja kedelapan agen tersebut. Siapapun biro dan agen serta oknum yang terlibat, wajib dan harus diusut dengan serius jangan sampai ditahun-tahun mendatang terdapat lagi kasus semacam ini. Kasihan para jamaah haji yang tidak tahu menahu menjadi korban.

Untuk masalah kuota haji untuk Indonesia sendiri mengalami pengurangan. Pengurangan ini bukan hanya dilakukan untuk Indonesia tetapi juga disemua negara. Pengurangan ini dilakukan oleh pemerintah Saudi Arabia terkait sedang berlangsungnya renovasi masjidil haram. Pengurangan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2012. Sementara jumlah jamaah haji terus bertambah. Bagaimanapun alasannya jamaah haji indonesia lebih baik menunggu antrian untuk dapat menunaikan ibadah haji. Ikuti prosedur yang resmi diberikan oleh pemerintah Indonesia. Cari biro dan agen haji yang resmi di Kementrian Agama RI. Hal ini lebih aman dari pada tergiur tawaran berangkat haji dengan cepat namun kerugianlah yang didapat.

Share:

Saturday, April 1, 2017

Fenomena Titip Absen Dikalangan Siswa Penyandang Gelar Maha

Ruang Kuliah/wikipedia.org


Ketika SMA kita sering mendambakan suasana kampus. Ya kampus yang mana tak ada aturan begitu rumit layaknya ketika kita berada di bangku sekolah. Masuk jam tujuh, Tak boleh telat, harus ngerjakan PR, diomelin guru dan masalah-masalah lainya. Ada satu alasan kenapa aturan tersebut yang sebegitu rumit diterapkan, yaitu karena siswa dianggap belum cukup dewasa untuk diberikan kebebasan. Demikian kah? Mungkin kita semua pernah mengalami bukan pada masa SMP dan SMA tentunya. Semua itu berbeda halnya dengan ketika kita sudah berada di kampus atau dengan bahasa gaulnya perkuliahan. Segala aturan rumit yang kita temui sewaktu menjadi siswa tidak kita temui lagi sewaktu menjadi Mahasiswa dengan alasan bahwa perkuliahan adalah metode belajar orang dewasa, benarkah? Ketika menjadi mahasiswa kalian semua tidak akan menjumpai lagi berbagai aturan yang dapat kita temukan sewaktu kita masih sekolah. Tidak mengerjakan tugas, tidak belajar, telat, sampai bolos pun tidak akan ada yang ngejar-ngejar kamu agar lebih baik lagi. Kamu mau kuliah, mau belajar, mau bolos, tidak ada lagi yang peduli. Dosen ngga mungkin kaya guru BK sewaktu SMA yang nelfonin siswa ketika tidak masuk tanpa keterangan. Semua orang terlihat tak peduli. Ya karena sudah dianggap dewasa. Kamu bertanggungjawab atas dirimu sendiri itulah yang disebut dengan pendidikan orang dewasa hehe..

Mahasiswa, seorang siswa yang bergelar maha, ini berarti bukan siswa biasa. Melainkan sekelompok penutut ilmu yang dipandang berwibawa dan menjadi harapan orangtua, rakyat, hingga bangsa dan negara dengan segudang perubahan yang sudah dilakukan maupun yang masih menjadi wacana. Mahasiswa sebagai agent of change merupakan garda depan dari rakyat, bangsa dan negara untuk melakukan perubahan-perubahan yang menakjubkan hingga membawa kehidupan ini kearah yang lebih baik.  Mahasiswa diharapkan peka terhadap segala permasalahan yang terjadi dan hadir membawa solusi yang cemerlang. Mahasiswa harus mampu menjadi panutan tentunya untuk diri sendiri sebelum menjadi panutan orang lain. Mahasiswa merupakan suatu kelas masyarakat yang dianggap layak menjadi pengganti tonggak estafet kepemimpinan. Itulah dengung-dengung yang selalu tertanam dengan rapat disetiap jiwa para agent of change yang ditanamkan melalui orasi-orasi, diskusi-diskusi, dan buku-buku. Itulah arti, tugas dan tujuan seorang mahasiswa.

Namun apa yang terjadi melihat beberapa oknum atau segelintir mahasiswa yang tentunya tidak jarang kita jumpai di kampus kita masing-masing. Pasti ada yang pernah nih dimintai tolong untuk tanda tangan pada absensi teman kita alias titip absen. Sebenernya hal semacam ini tidak dapat dilakukan pada sembarang dosen. Ada sebagian dosen yang sangat ketat yang mana memanggil satu persatu mahasiswa ketika absen sehingga sulit untuk melakukan titip absen. Ada pula beberapa dosen yang kurang begitu peduli terhadap absensi, jadinya peluang untuk melakukan titip absen. Ini nih himbauan untuk para dosen agar untuk lebih peduli dan memperhatikan absensi mahasiswanya.

Eitss.. Tapi kan ini sistem pengajaran orang dewasa, masa harus diatur dan diperhatikan kaya anak SMA lagi. Malu dong. Seharusnya yang bermain disini adalah kesadaran pribadi. Bukankah kita yang butuh akan ilmu tersebut. Bukankah semua itu akan kembali kepada kita. Semua tenaga, pikiran, biaya semua itu adalah biaya yang harus kita korbankan untuk mendapatkan sesuatu yang disebut ilmu. Memang sih rasa malas, enggan, capek pasti kita rasakan. Namun bukankah itu semua merupakan tantangan yang harus kita lewati. Toh untuk mendapatkan sesuatu kita harus bekerja keras. Balik lagi ke masalah titip absen. Titip absen ini dianggap sesuatu yang sepele yang mana menjadi kebiasaan. Bukankah hal-hal yang besar itu berawal dari hal yang sepele? Kebiasaan pula akan membentuk perilaku kita yang mana akan menjadi suatu pembenaran. Seperti halnya mencontek, curang dan sebagainya yang mana akan berdampak pada diri kita dan orang lain dimasa yang akan datang. Semua yang akan terjadi di masa yang akan datang adalah apa yang kita kerjakan sekarang. Maka dari itu, jika yang kita lakukan sekarang buruk maka yang akan terjadi dimasa yang akan datang juga akan buruk. Maka dari itu mulailah disiplin memimpin diri kita sendiri untuk mengukuti alur yang baik sebelum kita memimpin orang lain kelak.

Mencontek, nge-pek, curang saat ujian sudah sering kita temui bahkan kita lakukan sendiri dimasa sekolah. Wajarlah, namanya juga bukan orang dewasa, meskipun penulis sendiri tidak setuju dengan tindakan tersebut dengan dalih belum dewasa. Jangan pernah membiarkan sesuatu yang sepele karena dapat menjadi sesuatu yang luar biasa. Ketika mencontek, nge-pek, curang saat ujian sudah sering kita jumpai di masa sekolah tetapi menakjubkanya tidak pernah ditemui peristiwa titip absen. Peristiwa titip absen justru sering kita jumpai dikalangan pendidikan orang-orang dewasa, meskipun masalah mencontek dan curang sendiri juga belum beranjak pergi. Lantas ketika peristiwa mencontek dan sebangsanya sudah terjadi dikalangan sekolah dengan kata lain pendidikan belum dewasa, kenapa dikalangan pendidikan orang dewasa muncul masalah baru yang dikenal dengan fenomena titip absen. Sebenarnya yang di sebut dengan kata dewasa dan pendidikan orang dewasa itu apa?

Share:

Ekonomi Syariah Sebagai Solusi Mengatasi Krisis Ekonomi Dunia

Pasar di Kalimantan Selatan/wikipedia.org

Di bawah kekuasaan Uni Soviet, Sosialis disebut sebagai sistem ekonomi yang kuat mampu mengatasi berbagai persoalan ekonomi. Sosialis sebuah sistem yang mengedepankan kepentingan bersama diatas kepentingan individu dimana kekayaan dan kepemilikan barang dimiliki bersama. Hal demikian dimaksudkan untuk mencegah adanya pemusatan kekuatan ekonomi oleh kelompok tertentu yang mengakibatkan kesenjangan kesejahteraan. Namun lambat laun sistem ekonomi ini dinilai tidak begitu bagus dalam tingkat produktivitas dan inovasi yang mana lebih unggul dalam sistem ekonomi kapitalis. Dengan kekayaan dan kepemilikan yang dimiliki bersama dan hak individu yang dibatasi maka mengurangi ambisius setiap individu dalam bekerja dan berakibat dalam tingkat produksi dan inovasi. Sementara dalam Sistem Ekonomi Kapitalis yang mengedapankan kebebasan individu diatas kelompok, menyebabkan ambisi yang besar untuk meraih keuntungan yang maksimal. Pemilik-pemilik modal pasti akan memenangkan pasar. Inovasi-inovasi produk bermunculan menghasilkan kualitas produk yang maksimal. Perusahaan-perusahaan bermunculan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang mana hal ini tidak terjadi dalam Sosialis. Meski demikian sistem ini dinilai tidak mampu mengatasi permasalahan ekonomi. Pemilik modal yang menguasai pasar menyebabkan kesenjangan antara si Kaya dan si Miskin semakin lebar. Dengan hal tersebut maka sistem ekonomi sosialis maupun kapitalis terbukti tidak mampu mengatasi permasalahan ekonomi yang berdampak pada krisis ekonomi.

Lantas bagaimana dengan Ekonomi Syariah? Ekonomi Syariah adalah sistem ekonomi yang berlandaskan hukum kepada Al-Qur’an dan Hadist. Ekonomii Syariah berada di tengah antara Sosialis maupun Kapitalis, yang mana Ekonomi Syariah menyeimbangkan antara kepentingan individu dan kepentingan umat (bersama). Di dalam Ekonomi Syariah setiap individu boleh mendapatkan kekayaan maksimal dengan kesadaran bahwa harta yang kita miliki adalah milik Allah SWT. Setiap harta yang dimiliki oleh setiap individu terdapat bagian orang lain yang membutuhkan. Oleh karena itu di dalam Ekonomi Syariah terdapat Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan wakaf. Pasar di dalam Ekonomi Syariah pasar bebas dimana mekanisme pasar harus di biarkan berjalan secara alami tanpa ada campur tangan dari manapun. Maka harga ditentukan sesuai dengan keseimbangan pasar. Negara boleh campur tangan terhadap mekanisme pasar guna mengatasi adanya kecurangan dalam mekanisme pasar agar pasar dapat berjalan secara alami kembali.

Kita akan melihat bagaimana berbagai krisis pernah terjadi di dunia dan bagaimana pandangan dari ketiga sistem ekonomi yaitu: Sosialis, Kapitalis, dan Ekonomi Syariah. Krisis yang pernah terjadi di dunia diantaranya:
 Krisis menurut pandangan Sosialis......  Krisis menurut pandangan Kapitalis........  Krisis dalam pandangan Ekonomi Syariah.......

Perbedaan utama antara sistem ekonomi syariah dan kapitalis adalah bahwa dalam ekonomi syariah berlaku economic value of time yang mana mengakibatkan adanya bagi hasil. Sementara dalam ekonomi kapitalis berlaku time value of money yang mana mengakibatkan adanya inflasi dan sistem bunga yang mana tidak terdapat dalam ekonomi syariah.

Share:

Berlangganan